Minggu, 21 Februari 2016

Materi SKU Bantara No. 1

2 komentar
Materi SKU Bantara No. 1


Pengertian dan Rukun Islam
2. Islam
Islam menurut bahasa adalah senantiasa tunduk, patuh dan menyerah kepada Allah lahir maupun batin dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangannya.
a. Rukun Islam
            Menurut bahasa rukun artinya dasar, pokok, atau tiang. Rukun Islam dapat diartikan dengan pokok-pokok ajarran Islam.
Rukn Islam ada 5, yaitu :
  1. Mengucapakan dua kalimat syahadat
yaitu mengucapkan syahadat tauhid (لا اله الا الله) dan
syahadat Rasul  محمد رسول الله 
  1. Mendirikan sholat yang 5 waktu
Yaitu :
a. zhuhur 4 raka’at                  c. Maghrib 3 raka’at                 e. Subuh 2 raka’at
b. Ashar 4 raka’at                    d. Isya 4 raka’at
jumlah seluruh raka’at dalam shalat lima waktu adalah 17 raka’at.
  1. Membayar zakat
Zakat ada dua macam yaitu zakat Fitrah (jiwa) dan zakat Maal (harta) orang yang wajib mengeluarkan zakat disebut Muzakki dan orang yang berhak menerima zakat disebut Mustahik. Mustahik zakat ada 8 golongan :
1)   Fakir
Yaitu orang yang tidak punya harta dan tidak mampu memenuhi kebutuhan poko sehari-hari
2)    Miskin
Yaitu orang yang dapat berusaha tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari
3)    ‘Amil
Yaitu petugas yang mengumpulkan dan menyalurkan zakat
4)   Mu’allaf
Yaitu orang yang baru masuk Islam atau orang yang masih lemah imannya 
5)    Budak atau hamba sahaya
6)   Ghorim
Yaitu orang yang mempunyai hutang untuk kebaikan/kebutuhan pokok tetapi tidak mampu membayarnya
7)   Fi Sabilillah
Yaitu orang-orang yang berjuang demi tegaknya adama Allah, seperti para Da’I, ustadz, guru-guru agama dan lain-lain.
8)   Ibnu Sabil
Yaitu orang yang bepergian jauh untuk hal-hal yang di bolehkan dan kehabisan ongkos atau bekal.
  1. Berpuasa di bulan Romadhon
  2. Pergi haji bila mampu.

PENGERTIAN SHALAT SUNNAH BESERTA PEMBAGIANNYA.

Shalat sunnah ( shalat nafilah ) adalah shalat tambahan diluar shalat fardhu, bila dikerjakan akan mendapat pahala tetapi bil;a ditinggalkan tidak berdosa.  Shalat sunnah terbagi dua yaitu:
  1. Shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamah. Shalat sunnah jenis ini status hukumnya adalah muakkad, contohnya: shalat idul fitri, idul adha, terawih, istisqa, kusuf dan khusuf.
  2. Shalat sunnah yang dikerjakan secara munfarid ( sendiri-sendiri ). Status hukumnya ada yang muakkad seperti: shalat sunnah rawatib dan tahajud. Ada pula yang status hukumnya sunnah biasa ( ghairu muakkad ) seperti: shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat witir, dan lain-lain.
MACAM-MACAM SHALAT SUNNAH.
Shalat Dhuha, menurut pengertian bahasa, kata dhuha berarti matahari sedang naik. Jadi shalat dhuha dapat diartikan sebagai shalat sunnah yang dikerjakan pada saat matahari sedang naik. Waktu mengerjakannya ialah semenjak matahari naik kira-kira sepenggalah sampai dengan masuknya waktu DZuhur ( tergelincir matahari ). Shalat dzuha merupakan shalat sunnah yang danjurkan oleh rasulullah saw.
Shalat Gerhana Matahari dan Bulan, shalat gerhana matahari disebut shalat Kusuf sedangkan shalat gerhana bulan disebut shalat sunnah Khusuf. Hukum mengerjakan shalat gerhana adalah sunnah muakkad ( sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan ). Shalat gerhana sebaiknya dikerjakan secara berjamaah di mesjid atau musalla. Namun shalat gerhana juga boleh dikerjakan secara sendiri-sendiri.
Shalat Istikharah, perkataan istikharah berasal dari bahasa arab yang artinya mohon dipilihkan. Menurut istilah syarak, shalat istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan dengan maksud mohon petunjuk ( hidayah ) Allah dalam menentukan pilihan terbaik diantara dua atau lebih pilihan.
Shalat Hajat, menurut pengertian bahasa, hajat artinya kebutuhan. Menurut istilah syarak shalat hajat adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan dengan maksud mohon kepada Allah agar suatu kebutuhan hidup atau beberapa kebutuhan hidup terpenuhi. Shalat hajat dapat dilaksanakan kapan saja. Siang hari maupun malam hari tetapi waktu yang paling baik adalah malam hari yaitu setelah bangun tidur lewat tengan malam.
Shalat Istisqa, menurut pengertian bahasa shalat istisqa berarti shalat minta hujan. Sedangkan menurut istilah syarak shalat istisqa adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan dengan maksud memohon pertolongan kepada Allah agar segera diturunkan hujan.
silahkan download filenya

Kamis, 18 Februari 2016

Pakaian Seragam Pramuka Penegak Dan TKK

0 komentar
Pakaian seragam pramuka penegak adalah sebagai mana gambar di bawah:

Sistem Tanda Kecakapan Pramuka Penegak

Kecakapan pramuka penegak terdiri atas kecakapan umum, kecakapan khusus, dan pramuka garuda. Kecakapan Umum ditempuh dengan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang terdiri atas dua tingkat yaitu Penegak Bantara dan Penegak Laksana. Kecakapan khusus dicapai dengan menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus yang memiliki tiga tingkatan yaitu purwa, madya, dan utama. Pramuka penegak yang telah menyelesaikan kecakapan umum Pramuka Laksana dapat menempuh Pramuka Garuda.

Lain-lain Tentang Pramuka Penegak

Di samping hal-hal di atas beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan pramuka penegak antara lain:
  • Pramuka penegak biasa disingkat dengan huruf ‘T’ yang diambil dari huruf pertama kata dasar ‘tegak’.
  • Pramuka penegak menggunakan kode warna berwarna ‘kuning’
  • Upacara dalam ambalan penegak menggunakan formasi barisan ‘perlombaan’ atau ‘berbanjar’ yaitu menghadap satu arah dengan Pinsa berada di depan dan anggota sangga lainnya di belakang Pinsa. Bentuk barisan ini mengandung filosofi terbukanya pandangan dan pola pikir para pandega dalam menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.
  • Arti dan kiasan istilah-istilah dalam pramuka penegak:
    • Penegak dari kata ‘tegak’ yang mengiaskan periode setelah berhasilnya mensiagakan kemerdekaan bangsa dan menggalang  persatuan, maka bangsa Indonesia telah siap untuk menegakkan kemerdekaan yang ditandai dari peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI, pada tanggal 17 Agustus 1945.
    • Sangga mempunyai arti ‘gubug’ atau rumah kecil tempat penggarap sawah
    • Nama-nama sangga mulai dari ‘Sangga Perintis’ mengandung arti perintisan (menjadi pembuka/pelopor) dalam kebajikan; ‘Sangga Penegas’ mengandung arti kemampuan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana; ‘Sangga Pencoba’ mengandung pengertian keberanian mencoba segala sesuatu yang positif; ‘Sangga Pendobrak’ mengandung pengertian keberanian mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran; dan ‘Sangga Pelaksana’ mengandung pengertian keberanian melaksanakan sesuatu tugas dengan penuh tanggung jawab.
    • Kata Ambalan berasal dari bahasa Jawa  ‘ambal-ambalan’,  yakni kegiatan yang dilakukan terus menerus. Ambalan juga disebut sekumpulan orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan.
    • Nama tingkatan SKU Penegak mulai dari ‘Bantara’ yang mempunyai pengertian kader, ajudan, pengawas pembangunan yang kuat, baik dan terampil serta bermoral Pancasila sekaligus bermakna sebagai calon pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam memimpin; ‘Laksana’ mengandung arti pemimpin muda yang sudah  sanggup mengemban dan melaksanakan tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai tanggung jawab yang lebih besar.
  • Pramuka penegak dapat pula mengikuti atau bergabung dengan Satuan Karya Pramuka (Saka), semisal Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Tarunabumi, Saka Bahari, dll.
 
© 2016 PRASKARA